Berbagi Inspirasi

Kaka-kaka, sahabat Papua, saya sering bertanya-tanya di dalam hati mengapa Papua yang merupakan tanah damai terasa kurang damai. Baik damai di dalam hati maupun damai di dalam hubungan sosial kemasyarakatan. Sulitkah untuk saling percaya bersatu membangun Papua ? Ataukah nafsu dan dendam telah memadamkan jiwa kasih dalam hati kita untuk saling memaafkan melihat ke depan untuk Papua yang maju, modern dengan tetap memelihara kebudayaan asli.

Marahkah hati kita semua melihat masih ada anggota keluarga yang mati akibat penyakit, akibat salah paham, akibat tembakan, akibat busur panah, akibat minuman keras, akibat pelacuran, dan akibat-akibat lainnya.

Sakitkah hati kita melihat hutan yang dihancurkan keserakahan bisnis manusia, akibat salah urus pemerintah, akibat kebodohan, dan akibat-akibat lainnya.

Sedihkah hati kita melihat kelaparan, melihat korban bencana alam, melihat sulitnya memperoleh obat, melihat rendahnya kualitas pendidikan.

Apakah karena seluruh persoalan tersebut melahirkan kita orang Papua yang pemarah dan melupakan cinta kasih yang ada dalam hati kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s