O atau M

Setiap tanggal 1 Desember, hampir dapat dipastikan akan terdengar perdebatan tentang O atau M. Sebelum Indonesia reformasi tahun 1998, tidak pernah terdengar pilihan tersebut, yang ada hanya cita-cita M sebagai akibat dari perlakuan pemerintah Jakarta terhadap rakyatnya sendiri di Papua.

Terpecahnya rakyat Papua dalam keraguan memilih antara O atau M disebabkan oleh jangkauan pengaruhnya masing-masing. Apabila kita dan keluarga hidup di tengah hutan dan dekat dengan gerakan M yang tulus, tentunya kita akan berada di kelompok pendukung M. Apabila kita mahasiswa yang marah akibat ketidakadilan dan mulai secara cerdas melakukan gerakan politik M, tentunya kita akan giat berdemonstrasi menuntut M sesuai dengan ruang demokrasi yang sedang tumbuh berkembang di Indonesia. Namun apabila kita aparat pemerintah yang mendapatkan kesempatan untuk membangun Papua dengan tulus, tentunya kita akan mendukung program O yang sangat menolong rakyat Papua yang kesulitan. Apabila kita mahasiswa yang telah bergaul luas di Indonesia maupun di dunia dan melihat kenyataan perubahan reformasi dan demokrasi, tentu secara rasional kita akan mendukung O.

Mengapa kita tidak mencoba untuk berdialog bersama-sama, bersatu dengan mempertimbangkan perwakilan seluruh penduduk yang telah berkorban dan membangun Papua tanpa membedakan etnisitasnya. Membangun saling percaya dan mulai menata rencana Papua ke depan.

Perdebatan O atau M akan terus berjalan sepanjang kita tidak pernah mencoba melihat dari sisi yang lain pandangan tersebut, apa sesungguhnya yang ingin kita capai?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s